Welcome to University of Tsukuba!

Pemandangan indah musim semi di Universitas Tsukuba

University of Tsukuba atau biasanya disebut juga Tsukubadai, Insya Allah, akan menjadi tempat untuk saya belajar hingga beberapa tahun ke depan. Khususnya untuk program master di bidang teknologi AI & Robotik di bawah bimbingan Professor Akihisa Ohya. Program yang akan saya jalani berdurasi 2 tahun, dan berfokus pada penelitian di bidang terkait yang sudah saya pribadi rancang sejak sebelum berangkat di Jepang. Walaupun, masih ada kelas-kelas yang mesti saya ambil untuk bisa menyelesaikan program studi dengan baik, namun kalau apa yang saya pernah dengar dari beberapa senior yang sudah lebih dulu studi lanjut di Jepang, kelas-kelas yang diambil ini hanya sekedar “sampingan” saja. Riset menjadi hal utama dan menjadi perhatian besar dari professor yang menjadi pembimbing kita selama studi di Jepang.

Kampus Tsukuba ini tersebar di atas tanah seluas kurang lebih 258 hektar. Karena mengusung konsep open campus, yang berarti kampus ini sangat terbuka bagi mahasiswa-mahasiswa internasional melalui beragam program beasiswa yang disediakan, juga memiliki konsep kampus yang terbuka secara fisik tanpa ada tembok atau pagar-pagar besar yang menjadi pembatas kampus. Terletak di kota Tsukuba yang dikenal sebagai kota sains atau ilmu pengetahuannya Jepang. Ada banyak institusi-institusi riset di kota ini, dan menjadikannya sebagai rumah bagi lebih dari 30 persen lembaga penelitian nasional di Jepang. Juga kabarnya, sebanyak 1 dari 10 penduduk di kota ini adalah seorang peneliti. Disamping itu, banyak sekali pilihan-pilihan museum yang bisa dikunjungi di kota ini.

Setelah sampai di kampus, saya langsung bergegas membawa banyak koper dan barang-barang bawaan saya ke lokasi dormitory/asrama kampus. Bersyukur, karena saya dipandu oleh dua mahasiswa dari Ukraina untuk menuju asrama sehingga saya tidak perlu khawatir tersesat atau kebingungan membaca peta kampus yang disediakan oleh pihak kampus.

Penanda lokasi dormitory/asrama kampus

Setelah mengemas barang-barang dan sedikit bersih-bersih, tak lama, saya langsung bergegas untuk mengurus beberapa urusan administrasi di kampus, dan esok hari nya, mempersiapkan diri untuk menerima pemaparan dari pihak kementerian Jepang (MEXT) yang wajib dihadiri oleh semua mahasiswa yang mendapatkan beasiswa dari MEXT selama studi di kampus ini.

Pemaparan orientasi untuk penerima beasiswa MEXT (Monbukagakusho)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *